Ketika Kegagalan Menjadi Keyakinan: Kisah Hj. Erna Menuju Kursi DPRD dalam buku “Menang Jalur Langit”
Kota Serang, 27 Agustus 2026 — Anggota DPRD Kota Serang Fraksi PKS, Hj. Erna Yuliawati, M.Pd, menggelar kegiatan reses sekaligus bedah buku “Menang Jalur Langit” yang berlangsung di Gedung DPD PKS Kota Serang.
Kegiatan ini menjadi ruang untuk bersilaturahmi dan menyerap aspirasi masyarakat, sekaligus menghadirkan refleksi perjalanan Hj. Erna hingga akhirnya mampu mengemban amanah sebagai anggota DPRD Kota Serang.
Dalam kegiatan tersebut, Hj. Erna hadir sebagai pemateri sekaligus penulis buku Menang Jalur Langit. Ia menceritakan proses lahirnya buku tersebut serta mengulas secara singkat isi buku dari bab ke bab. Buku tersebut menjadi catatan perjalanan yang menggambarkan berbagai proses, pengalaman, tantangan, kegagalan, hingga keyakinan yang mengantarkannya pada sebuah kemenangan.
Menurut Hj. Erna, perjalanan menuju kursi legislatif bukanlah proses yang instan. Ada pengalaman kegagalan pada tahun 2019 yang justru menjadi bagian penting dalam membangun keyakinan dan memperkuat niat untuk kembali berjuang.
Bedah buku tersebut menghadirkan tiga perspektif berbeda. Selain Hj. Erna, turut hadir K.H. Ahmad Jazuli yang membedah perjalanan Hj. Erna dari sisi spiritual, serta Pak Hasan Basri yang memberikan pandangan dari perspektif politik.
K.H. Ahmad Jazuli mengulas bagaimana perjalanan Hj. Erna tidak terlepas dari kekuatan spiritual, doa, keyakinan, dan proses mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia mengingatkan bahwa kemenangan tidak selalu harus dimaknai sebatas pencapaian politik, tetapi dapat dilihat dari berbagai sisi kehidupan.
Sementara itu, Pak Hasan Basri membedah perjalanan Hj. Erna dari perspektif politik, termasuk bagaimana seseorang memahami proses politik dan perjuangan untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat.
Sesi diskusi berlangsung semakin menarik ketika salah seorang peserta, Ibu Anita, menanyakan motivasi Hj. Erna untuk terjun ke dunia politik, terutama dengan latar belakang sebagai ibu rumah tangga.
Menjawab pertanyaan tersebut, Hj. Erna menyebut ada tiga sosok laki-laki yang memiliki pengaruh besar dalam perjalanan perjuangannya, yakni suami, Ustaz Jazuli, dan Pak Hasan.
Ia mengungkapkan bahwa pengalaman pada 2019 menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan politiknya. Kegagalan pada saat itu tidak membuatnya berhenti, tetapi justru menjadi pengalaman yang menguatkan keyakinannya.
“Dari kegagalan itu kemudian tumbuh sebuah keyakinan. Motivasi utama saya adalah dorongan kuat dari suami, kemudian niat untuk menjadi wakil rakyat yang amanah dan memperbanyak kebaikan,” ungkap Hj. Erna.
Ia menegaskan bahwa menjadi anggota DPRD bukan semata-mata tentang jabatan, tetapi tentang bagaimana amanah tersebut dapat digunakan untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Pertanyaan berikutnya ditujukan kepada K.H. Ahmad Jazuli mengenai makna kegagalan dalam perjalanan menuju kemenangan.
Ia mengutip penggalan Surah Al-Fath ayat 1 yang berbicara tentang kemenangan yang nyata. Menurutnya, kemenangan harus dimaknai secara luas dan tidak selalu identik dengan pencapaian duniawi.
Kemenangan, kata dia, dapat hadir dalam berbagai bentuk dan dapat dirasakan dalam setiap proses kehidupan. Karena itu, seseorang yang sedang berjuang tidak boleh hanya melihat hasil akhir, tetapi juga harus mampu mensyukuri setiap tahapan yang telah dilalui.
Sementara itu, ketika ditanya mengenai makna politik, Pak Hasan Basri memberikan perspektif bahwa politik merupakan sebuah seni untuk memperoleh dan mempertahankan kekuasaan.
Pembahasan tersebut memberikan sudut pandang yang lebih luas kepada peserta mengenai dunia politik, sekaligus bagaimana perjalanan seorang politisi tidak dapat dilepaskan dari proses membangun kepercayaan dan mempertahankan amanah yang telah diberikan masyarakat.
Melalui kegiatan reses dan bedah buku ini, Hj. Erna berharap kisah yang dituangkan dalam Menang Jalur Langit tidak hanya menjadi catatan pribadi perjalanan politiknya, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi siapa pun yang sedang berjuang mencapai cita-cita.
Baginya, setiap perjalanan memiliki prosesnya sendiri. Ada kegagalan, ada ujian, ada doa, dan ada ikhtiar yang harus terus dijalankan.
“Menang Jalur Langit” pada akhirnya bukan hanya tentang bagaimana seseorang memperoleh kemenangan, tetapi juga tentang bagaimana sebuah perjuangan dijalani dengan keyakinan, doa, kerja keras, dan niat untuk memberikan manfaat bagi sesama.





