Berita Media

Dari PMT hingga Data Desil, Ini Aspirasi yang Dibawa Kader Posyandu kepada Hj. Erna!

Kota Serang — Anggota DPRD Kota Serang Fraksi PKS, Hj. Erna Yuliawati, M.Pd, melaksanakan kegiatan reses bersama para kader Posyandu se-Kelurahan Kagungan. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi Hj. Erna untuk bersilaturahmi sekaligus mendengarkan secara langsung berbagai aspirasi dan persoalan yang dihadapi masyarakat di tingkat kelurahan.

Kegiatan diawali dengan lantunan ayat suci Al-Quran dan sambutan Ketua RW 09, Bapak Sulhi, yang menyambut baik kehadiran Hj. Erna. Ia berharap Hj. Erna senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran, serta kesuksesan dalam menjalankan amanah sebagai wakil rakyat.

Dalam kesempatan tersebut, Hj. Erna menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader Posyandu yang selama ini telah bekerja dan melayani masyarakat. Menurutnya, kader Posyandu memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelayanan dasar, khususnya dalam membantu masyarakat memperoleh akses kesehatan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh kader Posyandu dan masyarakat yang telah hadir. Kader Posyandu ini merupakan ujung tombak yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Kinerja dan pengabdiannya tentu harus kita apresiasi dan perkuat,” ujar Hj. Erna.

Hj. Erna kemudian menjelaskan mengenai tugas dan wewenang DPRD, termasuk fungsi pengawasan serta peran anggota dewan dalam menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui kegiatan reses.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan kesehatan masyarakat. Menurutnya, masyarakat tidak perlu ragu menyampaikan persoalan yang dihadapi agar dapat dicarikan solusi bersama melalui koordinasi dengan pihak dan instansi terkait.

“Mari kita pastikan kesehatan masyarakat. Kalau ada persoalan, jangan dipendam sendiri. Mari kita komunikasikan dan koordinasikan bersama, sehingga masyarakat bisa mendapatkan penanganan kesehatan yang baik dan merata,” katanya.

Dalam sesi dialog, para kader dan tokoh masyarakat menyampaikan sejumlah persoalan yang selama ini menjadi perhatian warga.

Ketua DKM, Bapak Royani, mempertanyakan terkait bantuan bagi pemandi jenazah yang sebelumnya pernah diberikan pemerintah namun kini tidak lagi diterima. Ia berharap pemerintah dapat memberikan kejelasan terkait keberlanjutan bantuan tersebut.

Sementara itu, Ibu Atik selaku Ketua Forum menyampaikan persoalan administrasi kependudukan bagi pasangan yang menikah secara siri. Ia mempertanyakan solusi bagi warga yang telah menikah selama dua hingga tiga tahun tetapi belum memperoleh Kartu Keluarga (KK).

Persoalan kesehatan anak juga menjadi perhatian. Ibu Marhamah menyampaikan bahwa pemberian PMT (Pemberian Makanan Tambahan) untuk bayi sudah tidak diterima masyarakat selama kurang lebih sepuluh tahun. Ia berharap program pemenuhan gizi bagi bayi dan balita dapat kembali mendapat perhatian.

Aspirasi berikutnya datang dari Ibu Umiati yang menyampaikan harapan agar kesejahteraan kader Posyandu dapat ditingkatkan. Ia juga menyoroti mekanisme pencairan yang dilakukan melalui rekening karena adanya potongan yang dirasakan oleh para kader.

Persoalan data desil turut menjadi keluhan masyarakat. Ibu Nunung menyampaikan bahwa banyak warga memprotes hasil pendataan desil karena dinilai tidak sesuai dengan kondisi ekonomi mereka yang sebenarnya. Akibatnya, sejumlah masyarakat yang dinilai membutuhkan justru kesulitan memperoleh bantuan pemerintah.

Sementara itu, Ibu Maspuah mempertanyakan mengenai layanan Jamkesda, khususnya apakah seluruh rumah sakit swasta telah menyediakan layanan tersebut atau hanya rumah sakit tertentu yang telah bekerja sama dengan pemerintah.

Berbagai pertanyaan dan aspirasi tersebut menjadi catatan penting bagi Hj. Erna untuk ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun pihak terkait.

Menurutnya, kegiatan reses bukan hanya menjadi ruang bertemu dengan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana untuk mengetahui secara langsung persoalan yang terjadi di lapangan.

Hj. Erna menegaskan bahwa setiap aspirasi masyarakat akan menjadi bagian dari bahan pengawasan dan perjuangan di DPRD Kota Serang, khususnya persoalan yang berkaitan dengan pelayanan dasar, kesehatan, kesejahteraan kader, administrasi kependudukan, serta ketepatan sasaran program bantuan pemerintah.

Ia berharap sinergi antara kader Posyandu, masyarakat, pemerintah daerah, dan DPRD dapat terus diperkuat agar berbagai persoalan yang muncul dapat ditangani secara bersama-sama.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Mari kita saling berkomunikasi dan berkolaborasi. Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat mendapatkan pelayanan dan haknya dengan baik,” pungkas Hj. Erna.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button