Hj. Erna Yuliawati Hantarkan Aspirasi Warga ke Kantor Dinas Sosial!
Serang, 4 Desember 2025 — Langkah serius untuk memastikan suara masyarakat benar-benar sampai ke meja kebijakan kembali dilakukan oleh Anggota DPRD Kota Serang, Hj. Erna Yuliawati, M.Pd. Bersama sejumlah ibu kader perwakilan Dapil 2, beliau melakukan kunjungan resmi ke Dinas Sosial Kota Serang untuk menyampaikan rangkuman persoalan sosial yang dihimpun dari kegiatan reses sepanjang tahun 2025.
Pertemuan berlangsung di Kantor Dinsos Kota Serang dan disambut langsung oleh Kepala Dinas Sosial, M. Ibra GH. Suasana dialog terbangun hangat, terbuka, dan penuh empati. Sebuah suasana yang jarang terjadi dalam pertemuan formal, namun terasa kuat ketika aspirasi masyarakat menjadi fokus utama pembahasan.
Dalam pembukaannya, Hj. Erna menjelaskan bahwa setiap kunjungan reses yang ia lakukan selalu menghasilkan daftar panjang persoalan yang harus diselesaikan. Persoalan tersebut tidak hanya sekadar keluhan, tetapi merupakan realita sosial yang harus mendapat perhatian serius dari pemerintah.
“Reses itu bukan hanya kewajiban. Ini adalah amanah. Setiap permasalahan masyarakat harus dicatat, ditampung, dan disampaikan. Karena mereka mempercayakan harapan itu kepada kami,” ujar Hj. Erna.
Beliau menegaskan bahwa kedatangannya bersama para kader bukan hanya untuk menyampaikan keluhan, tetapi juga untuk memastikan bahwa setiap persoalan mendapat tindak lanjut yang jelas dan terukur.
Beberapa temuan lapangan yang disampaikan pada pertemuan tersebut menggambarkan betapa kompleks masalah sosial yang dihadapi masyarakat, khususnya di Dapil 2:
- Banyak warga tidak mampu tidak terdaftar sebagai penerima bantuan sosial.
- Kasus rumah tidak layak huni yang belum tersentuh bantuan pemerintah.
- Warga kategori miskin tercatat sebagai desil 7–8, sehingga tidak memenuhi syarat bansos.
- Sebaliknya, sejumlah warga yang secara ekonomi mampu justru masih menerima bantuan.
- Ada keluarga yang tidak bisa makan sehari-hari, janda tanpa penghasilan, hingga ODGJ yang belum tersentuh intervensi.
Sejumlah ibu kader yang hadir secara bergantian menyampaikan pengalaman mereka menemui masyarakat dengan kondisi yang sangat memprihatinkan, menegaskan bahwa masalah ini bukan sekadar data, melainkan kenyataan hidup warga yang harus segera dibenahi.
Kepala Dinas Sosial, M. Ibra GH, mengapresiasi upaya Hj. Erna yang selama ini dikenal aktif dan konsisten mengawal persoalan masyarakat.
“Ibu dewan ini termasuk yang paling aktif. Kita memang butuh orang-orang yang peduli kepada masyarakat,” tuturnya.
Beliau kemudian menjelaskan kondisi terkini terkait penanganan bantuan sosial di Kota Serang:
- Dinsos mengelola 12 jenis PAS (Pemerlu Asuhan Sosial) yang wajib mendapat perhatian.
- Masih ditemukan kesalahan dalam penyaluran BLTS Kesra, salah satunya salah sasaran.
- Sebanyak 1.500 warga terindikasi judi online telah dicabut dari daftar penerima bansos Kemensos.
- Data dasar bantuan masih mengacu pada DTKS, namun proses perbaikan terus dilakukan.
- Ke depan, Dinsos berencana melibatkan ASN dan mahasiswa untuk memperkuat validasi kelayakan bantuan agar lebih tepat sasaran.
Penjelasan ini membuka ruang bagi dialog dua arah, kader menyampaikan realita lapangan, dan Dinsos menjelaskan situasi teknis yang menjadi hambatan serta rencana perbaikan.
Hj. Erna menutup pertemuan dengan dorongan agar sinergi antara DPRD, Dinsos, dan masyarakat terus diperkuat.
“Kita harus saling bantu, saling dukung. Masalah sosial tidak bisa diselesaikan sendiri. Kolaborasi adalah kunci supaya semua berjalan sesuai prosedur dan tepat sasaran,” ujarnya.
Beliau juga menyampaikan rasa terima kasih atas keterbukaan pihak Dinsos:
“Terima kasih atas sambutannya. Semoga pertemuan ini menjadi jalan kebaikan bagi masyarakat Kota Serang, khususnya mereka yang paling membutuhkan.”
Kepala Dinsos menutup pertemuan dengan nada optimis:
“Masukan ini menjadi aspirasi bagi kami. Semakin banyak informasi dari lapangan, semakin baik kami menjalankan tugas.”





