Berita Media

Dialog Hangat Reses Hj. Erna Yuliawati: Isu Pendidikan, Moral, dan Lingkungan Jadi Sorotan.

Kota Serang — Kegiatan reses DPC yang dilaksanakan di Kelurahan Serang berlangsung hangat dan penuh dialog. Acara diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustadz Amsin, memohon keberkahan dan kelancaran dalam menyerap serta memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Dalam sambutannya, Bapak H. Aeng Haerudin menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran Hj. Erna Yuliawati, M.Pd yang telah memilih lokasi tersebut sebagai tempat pelaksanaan reses. Ia juga mengenang perjuangannya bersama tokoh-tokoh lainnya saat memperjuangkan berdirinya Provinsi Banten. Menurutnya, cita-cita utama pembentukan Provinsi Banten adalah mempercepat kesejahteraan masyarakat. Ia pun menitipkan pesan agar turunan dari UU No. 32 dapat terus diperjuangkan demi kemajuan masyarakat Banten.

Menanggapi hal tersebut, Hj. Erna mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat para tokoh dan warga yang hadir. Ia menjelaskan bahwa reses merupakan kewajiban anggota DPRD untuk turun langsung ke masyarakat dalam rangka menyerap aspirasi. Reses juga merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD, guna memastikan kebijakan pemerintah berjalan sesuai kebutuhan rakyat.

Sebagai anggota DPRD Kota Serang, Hj. Erna menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang komunikasi. Ia mengajak masyarakat agar tidak ragu menyampaikan berbagai persoalan, baik terkait kesehatan seperti BPJS PBI, keamanan lingkungan, hingga kasus-kasus sosial seperti kekerasan seksual dan KDRT.

Sesi dialog berlangsung dinamis. Ketua DKM, H. Engkus, menanyakan peran dan fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat, termasuk terkait tata kelola, kemakmuran, serta dukungan sarana prasarana. Ia juga menyoroti dampak perkembangan teknologi digital terhadap moral generasi muda serta persoalan penanganan sampah di lingkungan masyarakat.

Sementara itu, H. Irawan mempertanyakan kemungkinan adanya regulasi atau razia terhadap pelajar yang berada di luar sekolah saat jam pelajaran berlangsung. Ia juga menyinggung dampak pembangunan kawasan Royal Baroe terhadap perubahan perilaku masyarakat, serta meminta penjelasan terkait hibah Masjid Agung Kota Serang.

Hj. Erna menanggapi seluruh pertanyaan dengan terbuka dan menyampaikan bahwa berbagai masukan tersebut akan menjadi catatan penting untuk ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan dinas dan pihak terkait. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan warga menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang ada.

Reses ini diharapkan menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara masyarakat dan wakil rakyat, sehingga setiap aspirasi dapat diperjuangkan demi terwujudnya Kota Serang yang lebih baik dan sejahtera.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button